Selasa, 25 November 2014

Menelusuri Kota Bukittinggi: Berlian Berkilau dari Indonesia Barat

Bukittinggi tepatnya. Selain Jam Gadang, kota besar di provinsi Sumatra Barat ini ternyata memiliki obyek-obyek wisata lain yang tak kalah menakjubkan. Salah satu pembaca Hipwee, Artika Irmayani, akan menuliskan pengalamannya menyelusuri keelokan tersembunyi Bukittinggi disini. Siap mengepak ranselmu dan ikut Artika bertualang?


Kalau kamu berencana untuk liburan di daerah Sumatra Barat, Bukittinggi adalah tujuan tepat untuk berwisata. Ada banyak sekali objek wisata yang bisa memanjakan mata: Lembah Harau, Lobang Jepang, serta Jam Gadang. Mau wisata sejarah atau alam, semuanya ada. Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman saya saat mengunjungi ketiga tempat wisata yang populer di Bukittinggi itu.

Lembah Harau, memukau

Panorama Lembah Harau (dokumen pribadi)
Panorama Lembah Harau (dokumen pribadi) via hipwee.com
Dikelilingi oleh bukit cadas dan aliran deras dua buah air terjun, Lembah Harau adalah barisan dinding batu granit yang menakjubkan. Selain mengagumi keindahan alamnya, disini kamu juga bisa menemukan area flying fox, pasar makanan dan souvenir, taman bermain anak, dan taman satwa mini.
Saat pertama kali memasuki kawasan Lembah Harau, saya disambut dengan barisan dinding-dinding raksasa yang membentang luas mengelilingi lokasi ini. Sampai-sampai saya kesulitan untuk mendeskripsikan pemandangan yang saya lihat. Dinding datar menjulang tinggi dan indah — pemandangan yang dalam bahasa Indonesia biasa disebut ‘ngarai’.

Jalan menuju Lembah Harau (dokumen pribadi)
Jalan menuju Lembah Harau (dokumen pribadi) via hipwee.com
Untuk masuk ke dalam Lembah Harau kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Biaya masuknya hanya 5000 rupiah untuk parkir sepeda motor, dan 10.000 rupiah untuk mobil. Uniknya, jika kamu asli Payakumbuh atau memiliki saudara asli orang sana, kamu bisa langsung masuk tanpa harus membayar.
Daya tarik Lembah Harau yang paling utama terletak pada keindahan ngarainya, serta dua buah air terjun yang terletak berjauhan. Air terjun pertama terletak di sisi barat ngarai, dan air terjun kedua terletak di sisi timurnya. Sayangnya, kenyamanan saya saat menikmati pemandangan di Lembah Harau ini harus sedikit terganggu karena banyaknya sekelompok remaja peminta sumbangan liar.
Air terjun di Lembah Harau
Air terjun di Lembah Harau via bukitinggitourism.blogspot.com
Air terjun Lembah Harau juga mengering di musim kemarau. Saat kami datang kesana, ternyata air terjun di sisi barat sedang kering dan hanya menyisakan kolam becek dan dinding yang tak lagi dialiri air.

Menuju Lembah Harau
Menuju Lembah Harau via Lembahharau
Setelah meninggalkan air terjun yang mengering, saya beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke sisi timur lembah. Kami berniat mengunjungi pasar souvenir dan membeli sedikit kudapan. Untungnya kali ini air terjun sisi timur tidak ikut-ikutan mengering, walaupun airnya tidak sederas saat musim hujan.
Sudah berjalan sejauh ini, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi camilan khas yang selalu tersedia di setiap kios makanan. Apa itu? Tak lain dan tak bukan adalah krupuk mie, camilan berbahan dasar singkong yang dimakan dengan topping mie serta saus khas dengan rasa mirip bumbu sate Padang. Ini bisa menjadi alternatif pengganjal lapar setelah puas berfoto dan menikmati kesejukan lembah.  Kamu gak perlu khawatur dengan harganya, karena untuk satu porsi krupuk mie kamu hanya cukup mengeluarkan 3000 rupiah. Murah, bukan?


Lobang Jepang, situs sejarah yang misterius di Bukittinggi


Lobang Jepang
Lobang Jepang via www.yukpegi.com
Selain wisata alam, Bukittinggi juga memiliki objek wisata sejarah yang tak kalah menarik: Lobang Jepang. Terletak di Taman Panorama di pusat kota Bukittinggi dan berdampingan dengan Ngarai Sianok. Lobang Jepang ini adalah salah satu tempat tujuan wisata favorit di Bukittinggi.
Untuk masuk kesana kamu hanya perlu membayar tiket seharga 8000 rupiah per orang dewasa dan 5000 rupiah untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Lobang Jepang atau Goa Jepang merupakan terowongan bawah tanah dengan panjang  1,5 kilometer, yang membentang di bawah kota Bukittinggi.

Terowongan Lobang Jepang
Terowongan Lobang Jepang via geolocation.ws
Terowongan ini memiliki setidaknya 20 cabang lorong yang setiap cabang dulunya memiliki fungsi masing-masing. Mulai dari ruang penyimpanan senjata, ruang makan tentara Jepang, barak militer, penjara bagi para romusha yang pada waktu itu didatangkan dari Jawa dan Sulawesi, serta terowongan darurat yang digunakan untuk melarikan diri bagi tentara Jepang jika goa tersebut ditemukan oleh musuh.
Uniknya, jalan keluar dari terowongan itu mengarah tepat ke jurang Ngarai Sianok. Saya pun tak pelak berpikir: mungkin para tentara Jepang saat itu lebih memilih bunuh diri dengan terjun ke jurang Sianok daripada tertangkap oleh pasukan musuh pada masa itu.

Jalan melarikan diri menuju Ngarai Sianok
Jalan melarikan diri menuju Ngarai Sianok via hipwee.com
Tidak ada yang tahu pasti tentang sejarah lobang Jepang ini, namun para ahli memperkirakan terowongan ini dibangun pada tahun 1942 sebagai bungker pertahanan rahasia tentara Jepang saat Perang Dunia II dan perang Asia Raya sedang berlangsung. Goa Jepang ditemukan pada tahun 1946 oleh pemerintah Bukittinggi dalam keadaan yang sangat menyeramkan, karena banyaknya tulang belulang manusia yang berserakan disana.
Daya tarik utama dari objek wisata ini memang terletak pada kemisteriusan sejarahnya. Maka tidak akan lengkap dan menarik kalau kita berkunjung kesana tanpa ditemani oleh pemandu wisata, karena disana tidak ada papan informasi mengenai sejarah situs — yang lazim kita temui jika mengunjungi situs-situs wisata sejarah pada umumnya.
Keindahan Ngarai Sianok juga menjadi pelengkap daya tarik dari objek wisata sejarah ini. Apalagi, sekarang juga telah dibangun jembatan yang menghubungkan Taman Panorama dan pasar bawah yang berada di ujung Ngarai Sianok. Bentuknya ‘sebelas dua belas’ dengan tembok besar Cina :D


Jam Gadang, ikon Bukittinggi yang wajib kamu kunjungi

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi via westsumatratours.wordpress.com
Tak jauh dari Lobang Jepang juga terdapat monumen Jam Gadang yang menjadi ikon kota Bukittinggi. Jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir kesana. Selain dapat melihat langsung Jam Gadang yang terkenal itu, kamu juga dapat memuaskan hasrat belanjamu di pasar tradisional maupun mall yang berada di area Jam Gadang.
Saat yang paling tepat untuk mengunjungi monumen ini adalah malam hari, karena pada saat itulah kita dapat melihat atraksi cahaya yang berpendar dari bangunannya. Maka tak heran jika kawasan ini akan semakin ramai saat matahari mulai terbenam.

Jam gadang malam hari
Jam gadang malam hari via lokasiwisata.info
Jika kamu memilih berbelanja di pasar tradisional, pastikan kamu memiliki kemampuan tawar-menawar yang mumpuni. Kalau tidak, kamu bisa mendapatkan barang dengan harga hingga lima kali lipat! Jadi pastikan untuk selalu menawarnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.

Berikut ini tips dan trik belanja cerdas di pasar tradisional Jam Gadang:

1. Tawar setengah harga

Barang-barang fashion seperti baju, sandal, sepatu, dan kain rajutan adalah barang yang paling banyak dijajakan disana. Biasanya penjual akan menawarkan barang-barang tersebut dengan harga yang fantastis. Jangan ragu untuk menawar dengan harga yang jauh lebih rendah. Semakin murah, semakin baik. Bila penjual menawarkan dengan harga 350 ribu, kamu bisa mulai menawar dengan harga 100 ribu saja, dan jika kamu  termasuk orang yang telaten dan sabar dalam menawar, kamu akan mampu mendapatkan barang yang kamu mau dengan harga murah.

2. Menggunakan bahasa Minang akan memberimu keuntungan

Orang Padang terkenal dengan rasa persaudaraan sesama suku yang sangat kuat. Jadi, tunjukkan “sisi Padang”-mu dengan kecakapan dalam berbahasa Padang. Ya! Jika kamu bertransaksi dalam bahasa Padang atau Minang, maka mereka biasanya memberikan harga yang jauh lebih murah tanpa harus menawar dengan susah payah.

3. Jangan terpaku pada satu kios!

Di pasar Padang, bisa terdapat ratusan atau bahkan ribuan penjual barang-barang fashion. Jika kamu tidak menyukai harga yang ditawarkan suatu toko, jangan ragu untuk mencari toko lain. Rata-rata semua penjual memiliki varian produk yang sama, jadi jangan takut untuk kehabisan barang!

Nah, setelah membaca catatan perjalanan di atas, sudahkah siapkah dirimu berpetualang ke tanah Minang?

17 Hal yang Mengingatkan Betapa Cupu-nya Kita Saat SMA

Siapa sih kamu dulu di jaman SMA? Anak emas yang hobi ikut olimpiade? Si jago bahasa Inggris? Atau malah yang paling nakal di kelas? Nah, kalau disuruh balik lagi ke masa-masa itu, kira-kira apa yang bakal kamu lakukan ulang?
Masa-masa SMA sering dibilang masa yang paling indah dan seru dalam hidup. Beban yang ada belum terlalu berat, dan semua seolah bisa kita coba: dari cinta sampai rokok pertama. Tapi kalau mau jujur, gak semua hal di masa-masa itu indah lho. Ada juga hal-hal yang nggak romantis atau manis, tapi justru norak dan cupu!
Hal-hal apa aja sih yang norak dan cupu saat kita SMA dulu? Silakan simak di artikel ini. Udah siap ngetawain diri sendiri?

1. Di SMA, masa OSPEK-nya bakal bikin kamu harus berdandan sejelek mungkin

Masa Orientasi Sekolah atau MOS emang wajib hukumnya untuk anak yang baru masuk SMA. Tujuan utamanya sih untuk orientasi alias adaptasi dengan lingkungan sekolah baru. Tapi heran gak sih, kenapa proses adaptasi ini harus “pesta kostum” segala ya?
Kalau penjelasan kakak kelas dulu sih, dandan jelek kayak gitu gunanya buat membangun kebersamaan. Mungkin maksudnya, kalau berani tampil malu-maluinnya bisa kompak seangkatan, niscaya angkatan baru ini bisa tetap kompak sampai lulus. Gak peduli seberapa populer dan keren kamu semasa SMA dulu, pasti waktu MOS kamu malu-maluin kan?! Tenang aja, kan culunnya bersama-sama satu angkatan. Tapi cukup sekali aja deh pakai ember di kepala.


2. Karena masih dalam masa pertumbuhan, badanmu kerempeng dan JAUH dari kata ‘gagah’

Satu lagi yang gak bisa dihindari ketika kita beranjak dewasa: masa-masa puber. Pubertas adalah masa-masa dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.
Masalahnya, hormon pubertas ini beda-beda kadar dan masa berlakunya pada setiap orang. Ada yang sepertinya tambah tinggi 10cm cuma dalam waktu semalam, kayak sulap. Tapi badannya menjulang doang, gak pakai isi ke samping. Makanya keliatan kayak triplek! Tapi ada juga yang hormon pubernya kayaknya gak datang-datang juga. Jadi walaupun udah berpredikat siswa SMA, masih sering disangka anak SD. Kaya emosi kita, badan kita semasa SMA emang masih labil.

3. Kamu pun mulai sering jerawatan … GARA-GARA HORMON PERTUMBUHAN

Masalah anak kuliah adalah skripsi yang gak selesai-selesai. Masalah anak SMA adalah SMS gak dibales (iya, waktu itu masih SMS-an) dan jerawat. Jerawat ini juga pasti dialami semua remaja tanpa pandang bulu. Gak peduli kamu cantik, jelek, atau sedang-sedang saja, semua orang pasti pernah direpotkan sama yang namanya jerawat.
Siswi SMA yang gak rela mukanya dihinggapi jerawat biasanya mulai kecanduan nyalon pada umur-umur segini. Tapi buat cowok yang hanya menganggap jerawat sebagai salah satu fenomena alam, ya lempeng-lempeng aja walau mukanya jerawatan.


4. Kamu pun belum tahu gaya berpakaian yang “kamu banget”, karena tiap hari masih pakai seragam…

Karena udah mulai sadar penampilan, masa SMA itu pasti jadi masa di mana kamu mulai bereksperimen dengan gaya berpakaianmu. Tapi ya gimana mau langsung jadi keren? Kamu terlalu terbiasa pakai seragam dari hari Senin sampai Sabtu. Jadi, emang wajar kalau semasa SMA kamu belum menemukan gaya yang bener-bener pas buat kamu.
Semasa SMA, paling pol kamu cuma bisa bergaya dengan mendekin rok abu-abumu atau gaya atasan junkies. Itupun kalau gak ketahuan sama guru. Jaman SMA itu emang masa penuh percobaan, jadi ya sabar-sabar aja deh lihat gaya-gaya culunmu di foto-foto SMA.


5. Buat yang cewek: mengingat level kemampuan make-up kamu di jaman SMA mungkin bakal bikin kamu ketawa!

Masa SMA juga jadi masa untuk kamu para cewek buat coba-coba makeup. Di samping emang udah merasa gede, kamu juga pasti mau menonjol di depan cowok yang kamu taksir. Tapi namanya juga anak baru gede, make up-nya serba terbatas. Kalau gak dapet pinjaman kakak atau ibu, cuma bisa beli makeup murah dari uang jajan. Ini ditambah dengan kemampuan berdandanmu yang masih cetek.
Alhasil, riasanmu jaman SMA pasti menggelikan. Ada yang eyeshadow-nya ketebalan, ada yang warna-warnanya lebih heboh dari Syahrini. Ahahahaha…


6. Kamu juga bakal ngerasa keren kalau bisa pakai dasi yang bukan dasi instan

160520091707
SMA itu masa transisi dari remaja menuju kedewasaan. Jadi saat itu kamu pasti lagi pingin-pinginya nyobain berbagai hal yang berbau dewasa.
Termasuk tampilan kece ala bokap. Cowok SMA itu kalau udah bisa pakai dasi yang gak pakai karet tuh rasanya langsung lulus gitu jadi orang gede. Hehe… padahal yang udah tua juga masih ada yang harus dibantuin istrinya tiap pagi.


7. Apalagi, kalau bisa ngeboncengin orang lain naik motor atau mobil

Bisa ngeboncengin pacar pakai motor atau nebengin temen rame-rame pake mobil sewaktu SMA itu emang ‘sesuatu’ banget deh. Motor atau mobil mu itu bukan sekedar alat transportasi doang, tapi status. Makanya, banyak tuh anak SMA yang merasa perlu modif knalpotnya biar bisa bunyi keras-keras biar bisa jadi penanda kalau yang empunya udah datang.
Sekarang mah malu, kalau suara motor keras-keras entar malah dikiranya preman.


8. Perkembangan teknologi di zaman SMA pun bisa dibilang cupu banget dibanding sekarang

Charger kodok
Charger kodok via www.kaskus.co.id
Dulu kamu ngerasa kalau Friendster itu bener-bener seru dan keren. Semacam ngisi biodata di binder, tapi online. Rasanya pun seneng banget kalo dapet testimonial. Dulu pun belum ada yang namanya iPhone atau Android, sehingga Nokia N-series yang harganya sampai hampir 10 juta itu udah benar-benar sensasional bagimu.
Kalo dulu kamu sempat pacaran pas SMA, SMS-an adalah senjatamu. Maklum lah, belom ada layanan chat ala Whatsapp atau KakaoTalk dan LINE. Berbeda dari layanan chat itu, nggak ada tanda apa-apa kalau pesanmu sudah dibaca si penerima. Jadi kalo kamu lagi males bales SMS, tinggal bo’ong deh!
“Sori Papi, kemarin aku ketiduran, jadi baru baca SMS Papi sekarang…”


9. Ngomong-ngomong soal cinta, kamu masih percaya banget apa kata zodiak, shio, dan uji coba peruntungan nama

Dulu semasa SMA, berasa seneng banget kalau ternyata namamu plus nama gebetanmu bisa menghasilkan peruntungan yang tinggi. Padahal ya sekarang kamu tahu, kecocokan pasangan itu gak bisa ditentukan cuma sama coret-coretan di kertas. Dompet dan otak jauh lebih menentukan!
Tapi dasarnya anak-anak SMA masih polos, segala petunjuk cinta yang gak masuk akal pun bakal dipercaya. Baca kalo Leo gak cocok sama Aries karena cocoknya sama Sagitarius, kamu pun berharap ganti zodiak ke Sagitarius!


10. Bangku sekolah, halaman belakang buku tulis, sampai tembok kelas adalah ajang pelampiasan kreativitas cinta

Prasasti <3
Tampaknya kalau anak-anak SMA belum meninggalkan prasasti cintanya di sekolah, rasanya belum afdol. Mungkin di pikiran anak SMA, yang namanya sayang memang harus disampaikan (ke publik).
Bayangin aja coba kalau sekarang kamu coret-coret tembok kampus pake pilox buat nulis nama pacarmu gede-gede? Bukannya romantis, adanya juga kamu malu!


11. Dan tiap ngelewatin kelas gebetan, pasti ada “musik pengiringnya”…

Saking penasarannya anak-anak SMA sama yang namanya dunia percintaan, urusan cinta orang lain juga pasti jadi gosip hangat di sekolah. Apalagi, kalau kamu ketahuan naksir senior yang kelasnya cuma di seberang. Waduh, tiap pagi bisa digodain abis-abisan.
“Ciee… Cieee… Suit… Suit!”
(Kadang ga ngerti juga siapa yang disuitin, yang penting ikut suit-suit :p)


12. Pajak jadian pun jadi pengeluaran wajibmu sebagai pasangan SMA

ajak jadian itu diatur RUU nomor berapa ya? Hehehe… Kalau anak-anak SMA sadar betapa mahalnya pajak beneran yang harus dibayar mereka nanti pas udah punya penghasilan, mereka mungkin gak sampai hati nagihin temen-temennya pajak jadian. Yah, tapi namanya juga SMA. Kebahagiaan teman harus dipajakin! Kalau kamu memang mau hemat, jadiannya harus diem-diem aja kali ya?

13. Tapi jujur, yang paling seru saat SMA bukan cinta monyetnya. Teman-teman kamulah yang membuat masa-masa itu berharga.

Teman-teman semasa SMA memang istimewa, Gak jarang, justru teman-teman yang kita dapat di fase pencarian jati diri ini bakal jadi teman-teman paling langgeng yang bakal kita miliki dalam hidup.
Tapi waktu SMA, sepertinya pertemanan itu butuh banget ya yang namanya identitas. Geng-gengan pun jadi gak terhindarkan. Dari nama geng yang aneh-aneh sampai pakai gelang persahabatan, biar keliatan kompak.
Sekarang sih kita udah tahu kalau yang mempersatukan teman segeng kita tuh bukan nama geng atau aksesoris. Tapi mungkin justru hal-hal yang norak itu yang bikin persahabatan kita awet sampai tua.


14. Dasar masih labil, ngelabrak anggota geng lain pun dianggap sebagai bentuk kesetiaan antarteman

Simbol kekompakan itu ada yang lucu dan ada yang bahaya. Yang bahaya adalah kalau kamu merasa harus memperlihatkan kesetiaanmu pada teman-temanmu lewat kekerasaan. Nah masalahnya, emosi anak-anak SMA yang masih labil ini seringkali jadi pemicu acara labrakan yang sebenarnya cuma gara-gara masalah sepele.
Kamu ngerasa adik kelas nggak bisa “biasa” ngeliat kamu? Ngerasa adik kelas kegenitan sama pacarmu? Kalau sekarang, kamu pasti mengerti urusan-urusan sepele itu sebenarnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Kenapa ya dulu mau bego-bego dan adu jotos?


15. Apalagi kalau sampai ketangkep Pak Polisi, sumpah deh… Ini baru culun seculun-culunnya!

Nah ini nih yang harusnya buat kamu merasa culun beneran. Hayooo, siapa dari kamu yang suka tawuran pas SMA dulu? Kalau dilihat-lihat lagi sekarang, apa coba manfaatnya tawuran untuk masa depanmu?

16. Sesaat sebelum lulus pun kita masih aja melakukan hal yang kita anggap keren, padahal sebenarnya norak!

17. Ternyata, prinsip utama waktu SMA itu “Bercupu-cupu dahulu, berubah jadi keren kemudian!”

Yaah… namanya juga jaman SMA, kamu masih berupaya meraba-raba kehidupan. Sah-sah aja kalau kamu melakukan kesalahan atau hal-hal yang sekarang kamu anggap cupu. Kalau kita nggak pernah cupu, gimana kita bisa tahu apa yang dibutuhkan buat jadi keren?
Nah, asalkan sekarang kamu udah jauh lebih bijak dan lebih berpengalaman, biarlah segala keculunanmu jaman SMA jadi kenangan berharga yang membentukmu jadi kayak sekarang. Sepakat?






askep asma



TEORITIS ASMA

1.       Pengertian
asma adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan respon dari trachea dan bronkus terhadap bermacam-macam stimuli yang ditandai dengan penyempitan bronkus atau bronkhiolus dan sekresi yang berlebih-lebihan dari kelenjer-kelenjer dimukosa bronchus.(www.google.)
Asma adalah suatu gangguan yang kompleks dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas). (poloski : 1996)
Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif  intermiten, reversible dimana trakea dan bronchi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu (www.google.com)
Asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversible, ditandai dengan adanya priode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas (www.gooogle.com)
Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan kartena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan  (www. Google. Com )

2.       Etiologi :
a.                              Faktor eksrinsik / alergi :
Asma yang timbul karena reaksi hipersensitivitas yang disebabkan oleh adanya  Ig.E yang bereaksi terhadap antigen yang terdapat diudara (antigen - inhalasi), seperti  debu, bulu binatang, makanan, asap rokok , dan obat-obatan.
b.                              Faktor intrinsic / idiopatik :
*     Infeksi:
1).    Virus yang menyebabkan ialah para influenza virus, retiratory syncytial virus (RSV)
2).  Bakteri ,misalnya pertusis dan streptokokkus
3).  Jamur , misalnya aspergillus
*     Cuaca : perubahan tekanan udara, suhu udara, angin dan kelembaban
*     Psikologis/ emosional : takut, cemas, stress dan tegang
*     Aktifitas yang berlebihan , misalnya berlari
*     Lingkungan
c.       Gabungan / campuran : asma yang terjadi /timbul karena adanya komponen ekstrinsik dan instrinsik

3.       Anatomi Fisiologi
Saluran pernafasan  ada 2 yaitu :
1.      Saluran nafas atas
a.       Hidung
Terdiri dari 2 bagian yaitu :
*                                                                     Bagian eksternal : menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago
*                                                               Bagian internal : hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum
Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia.
Fungsi hidung terdiri dari :
*      Bekerja sebagai saluran udara pernafasan
*      Sebagai penyaring udara pernafasn yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung
*      Dapat menghangatkan udara pernfasan oleh mukosa
*      Membunuh kuman yang masauk bersama-sama udara oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir (mukosa) / hidung
*      Sebagai alat pencium yang terletak dipuncak hidung

b.       Faring
Merupakan persimpangan antara saluran pernafasan dan saluran rongga makanan terdapat dibawah dasar tenggorok dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Faring dilapisi oleh selaput lendir (mukosa) yang dibawahnya terdapat otot faring, otot-otot faring ini penting untuk mekanisme menelan.

c.       Laring
Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak didepan bagian faring samapai ketinggian vertebra servikalis dan masuk dalam trakea dibawahnya pangkal tenggorokan ini dapat ditup dengan oleh sebuah empang tenggorokan yang disebut epiglotis yang terdiri dari tulang-tulang yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring

d.      Trakea
Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 / 20 cincin yang terdiri-dari tulang-tulang rawan yang berbentuk huruf C. Sebeklah dalam diliputi oleh lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia, hanya bergerak kearah luar. Panjang trakea 9 – 11 cm dari belakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi otot polos. Sel-sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan benda-benda  asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut kavernea

2.      saluran nafas bawah
a.       Bronckus
Merupakan lubang trakea setinggi vertebra thoracalis lima yaitu setinggi bronkus kiri dan kanan. Bronkus dibentuk oleh cincin tulang rawan dan lebih panjang sedangkan bronkus kanan lebih lebar dan lebih pendek

b.       Bronkiolus
Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus• Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas

c.       Bronkiolus terminalis
Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia)
d.      Bronkiolus Respirator
Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas

e.       Duktus Alveolar dan Duktus Alveolan
Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar. Dan kemudian menjadi alveoli

f.        alveoli
Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2.Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2
Terdiri atas 3 tipe :
*             Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli
*      Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekrei surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps)
*      Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan

g.       Paru
Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut.Terletak dalam rongga dada atau toraks.Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar.Setiap paru mempunyai apeks dan basis. Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus,Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya

h.       Pleura
Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis
Terbagi mejadi 2 :
*    Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada
*    Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru

Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan, dan juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru.
Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir, hal ini untuk mencegah kolap paru-paru

Fisiologi Pernafasan
Bernafas / pernafasan merupakan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi).
Proses bernafas terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a.         ventilasi  
ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pada inspirasi, dada mengembang, diafragma turun dan volume paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakangerakanpasif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi :
*      Tekanan udara atmosfir
*      Jalan nafas yang bersih
*      Pengembangan paru yang adekuat

b.             Difusi
yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru.Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat, membran ini kadang disebut membran respirasi.
Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg.
Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi :
*                 Luas permukaan paru
*                 Tebal membran respiras
*                 Jumlah darah
*                 Keadaan/jumlah kapiler darah
*                 Afinitas Waktu adanya udara di alveoli

c.         Transpor
yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi :
*                 Curahjantung(cardiacOutput/CO)
*                  Jumlah sel darah merah
*                 Hematokrit darah
*                 Latihan (exercise)
(www.google.com)

4.       Patofisiologi
Proses perjalanan penyakit asma dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik, instrinsik dan gabungan antara ekstrinsik dengan intrinsik. Faktor tersebut dapat meningkatkan terjadinya kontraksi otot-otot polos, meningkatnya sekret abnormal mukus pada bronkiolus dan adanya kontraksi pada trakea serta meningkatnya produksi  mukus jalan nafas, sehingga terjadi penyempitan pada jalan nafas dan penumpukan udara diterminal oleh berbagai macam sebab maka akan menimbulkan gangguan seperti gangguan ventilasi (hipoventilas), gangguan difusi.
Pada stadium permulaan mukosa pucat,terdapat edema dan sekret bertambah. Lumen bronkus menyempit akibat spasme. Terlihat kongesti pembuluh darah, infiltrasi sel eosinofil dalam sekret didalam lumen saluran nafas. Jika serangan terjadi dan lama atau menahun akan terlihat deskuamasi (mengelupas) epitel, penebalan membran hialin. Sehingga terjadi penyempitan jalan nafas dan hiperaktif dengan respon terhadap bahan iritasi dan stimulasi lain.
Dengan adanya bahan iritasi dan alergen otot-otot bronkus menjadi spasme dan zat antigen tubuh muncul (Ig. E) dengan adanya alergi. Ig. E pada reseptor sel mast yang menyebabkan pengeluaran histamin dan zat mediator lainnya. Mediator tersebut akan memberikan gejala asma.
Klien yang mengalami asma mudah untuk inhalasi dan sukar dalam ekshalasi karena edema pada jalan nafas. Dan ini menyebabkan hiperinflasi pada alveoli dan perubahan pertukaran gas. Jalan nafas menjadi obstruksi yang kemudian tidak adekuat ventilasi dan saturasi oksigen, sehingga terjadi penurunan PO2 (hipoksia). Selama serangan asma  CO2 tertahan dengan meningkatnya resistensi jalan nafas selam ekspirasi, dan menyebabkan asidosis respiratori dan hipercapnea. Kemudian sistem pernafasn akan mengadakan kompensasi dengan meningkatkan pernafasan  (tachypnea). Kompensasi tersebut menimbulkan hiperventilasi dapat menurunkan kadar CO2 dalam darah (hipocapnea). (www.google.com)


5.       Stadium Asma :
  1. stadium I
waktu terjadinya edema dinding bronchus, batuk paroksimal karena iritasi dan batuk kering, sputum yang kental dan mengumpul merupakan benda asing yang merangsang batuk .
  1. Stadium II
Sekresi bronchus bertambah batuk dengan dahak jernih dan berbusa pada stadium ini. Mulai terasa sesak nafas berusaha bernafas lebih dalam, ekspirasi memanjang dan ada whezing , otot nafas tambah turun bekerja terdapat retraksi supra sternal epigastrium.
  1. Stadium III
Obstruksi / spasme bronchus lebih berat. Aliran darah sangat sedikit sehingga suara nafas hampir tigdak terdengar, stadium ini sangat berbahaya karena sering disangka ada perbaikan pernafasan dangkal tidak teratur dan frekuensi nafas menjadi tinggi (www.google.com)




6.       Manifestasi Klinis
a.                              Whezing
1).    Dyspnea  dengan lama ekspirasi : penggunaan otot0otot asesori pernafasan, cuping hidung
2).    Batuk kering  : karena sekret kental dan lumen jalan nafas sempit.
b.                              Sianosis
c.                              Gelisah
d.                             Nyeri abdomen terhadap aktifitas, makan, bermain, berjalan, bahkan berbicara
e.                              Kecemasan
f.                               Serangan terjadi secara tiba-tiba
g.                              Sesak nafas
h.                              Nyeri pada dada
i.                                Anoreksia
j.                                Pernafasan : cuping hidung, nafas cepat dan dalam
(www.google.com)

7.       Komplikasi
a.                              Gagal nafas
b.                              Fraktur iga
c.                              Ateletaksis   
d.                             Pneumothoraks
Kerja pernafasan meningkat, kebutuhan O2 meningkat. Orang asma tidak sanggup memenuhi kebutuhan O2 yang sangat tinggi yang dibutuhkan untuk bernafas untuk melawan spasme-spasme bronkhiolus, pembengkakana bronkhiolus dan mukus yang kental.. situasi ini dapat menimbulkan pneumothoraks akibat besarnya tekanan untuk melakukan ventilasi
e.                              Kematian
(wwww.google.com)






8.       Pencegahan :
a.                              Menghindari penyebab asma
b.                              Banyak makanan yang bergizi
c.                              Istirahat yang cukup
d.                             Hindari stress
e.                              Periksa kesehatan secara teratur
f.                               Obat-obatan (www.google.com

9.       Pengobatan :
1.       Bronchodilator
Adrenalin, epetrin, terbutallin, fenotiron
2.       Anti kolinergin
Iptropiem bromit (atrovont)
3.       Kortikosteroid
Pretrison, hidrokortison, orodexon
4.       Mukolitin
BPH, OBH, bisolvon, mucapoel, dan banyak minumair putih


10.   Pemeriksaan Dignostik
  1. sinar X (Ronsen thorak)
Terlihat adanya hiperinflasi paru-paru difragma mendatar.
  1. tes fungsi paru
Ditemukan dyspnea, volume residu meningkat, dan adanya obstruksi atau retriksi dijalan nafas
  1. GDA
*     PO2 menurun
*      PCO2 meningkat
*     PH menurun
*     Eosinofil meningkat
  1. Sputum (labotratorium)
Menentukan adanya infeksi biasanya pada asma tanpa disertai infeksi.
      (www.google.com)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ASMA


I.        PENGKAJIAN
1.                              Identitas klien
2.                              Pengkajian Awal
A =  Biasanya ditemukan sekret dijalan nafas, Bronkospasme
B = Biasanya terjadi retraksi iga pernafasan, cepat, nafas cuping hidung, nafas sesak
C =  Biasanya denyut nadi meningkat, sianosis
D = Tingkat kesadaran biasanya kesadaran klien composmentis kooperatif

3.                              Riwayat kesehatan
a.       Riwayat kesehatan dahulu
Biasanya klien pernah menderita penyakit asma atau alergi dan serangan asma yang lalu, dan masalah kesehatan spesifik (pernafasan)
b.       Riwayat kesehatan sekarang
Biasanya klien sesak nafas, pernafasan cepat dan pendek, bunyi nafas wheezing, pernafasan cuping hidung, batuk-batuk, adanya sekret / sputum, kelemahan/ keletihan, tidak ada nafsu makan, mual dan muntah, dada terasa tertekan, sesak setelah melakukan aktivitas/ ketidak mampuan melakukan aktivitas, sesak nafas karena reaksi alergi / sensitif terhadap zat
c.       Riwayat kesehatan keluarga
Biasanya ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama dengan klien.

4.                              Pemeriksaan fisik
a.       Aktivitas / istirahat
Gejala :
*          Keletihan, kelelahan
*      Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena sulit bernafas
*      Ketikmampuan untuk tidur perlu tidur dalam posisi semi foewler
*      Dispnea
b.       Makanan dan cairan
Gejala :
*      Mual / muntah
*      Nafsu makan menurun
*      Ketidak mampuan untuk makan
c.       Pernafasan
Gejala :
*      Nafas pendek, dada rasa tertekan dan ketidak mampuan untuk bernafas/ sesak nafas
*      Batuk dengan produksi sputum
Tanda :
*      Pernafasna biasanya cepat, fase ekspirasi biasanya memanjang
*      Penggunaan otot bantu pernafasan, pernafasan cuping hidung
*      Bunyi nafas mengi sepanjang area paru pada ekspirasi dan kemungkinan selama inspirasi berlanjut sampai penurunan/ tidak adanya bunyi nafas
d.      Kardiovaskuler:
*      Takikardi
e.       Neurologis
*      Cemas dan sulit tidur
f.        Muskoloskeletal
*      Intoleransi aktivitas
g.       Integumen
*      Sianosis
h.       Keamanan
Gejala :
*      Riwayat reaksi alergi / sensitif terhadap zat








II.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.       bersihan jalan nafas tidak efektif  b/d peningkatan produksi sekret/ sputum
2.       Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b / d intake yang tak adekuat
3.       intoleransi aktifitas b / d kelemahan fisik
4.        kerusakan pertukaran gas  b / d gangguan suplay O2

III.  INTERVENSI
1.       bersihan jalan nafas tidak efektif  b/d peningkatan produksi sekret/sputum
Tujuan : bersihan jalan nafas kembali efektif
Dengan kriteria hasil :
*            Sesak nafas berkurang/ hilang
*            Batuk berkurang / hilang
*            Klien dapat mengeluarkan sputum/ sekret
*            Wheezing berkurang / hilang
*            TTV dalam batas normal dan keadaan umum baik
Intervensi :
a.                              Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas,whezing
R/ : Sebagai sumber data adanya perubahan sebelum dan sesudah perawatan diberikan
b.                              Berikan  posisi yang aman untuk klien misalanya posisi semi fowler
R/: Mengembangkan ekspansi paru
c.                              Bantu / ajarkan klien untuk  latihan nafas dalam dan batuk efektif
R/ : Membantu membersihkan mukus dari paru dan nafas dalam memperbaiki oksigenasi
d.                             Lakukan fisioterapi
R/ : membantu pengeluaran sekresi, meningkatkan ekspansi paru
e.                              Berikan air hangat
R/  : mengencerkan sekret yang ada dijalan nafas
f.                               Kolaborasi
·         Lakukan suction jika perlu
R/ : membantu mengeluarkan sekret yang tidak dapat dikeluarkan oleh klien.
·         Berikan bronchodilator sesuai indikasi
R/ : Otot pernafasan menjadi relaks dan steroid mengurangi inflamasi
2.       Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b / d intake yang tak adekuat
Tujuan : Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi
Kriteria hasil :
*      Keadaan umum baik
*      Mukosa bibir lembab
*      Nafsu makan meningkat
*      Testur kulit baik
*      Klien menghabiskan porsi makan yang disediakan
*      Berat badan dalam ideal
Intervensi :
a.                              Kaji status nutrisi klien (testur kulit,rambut, konjungtiva)
R/ : Menentukan dan membantu dalam intervensi selanjutnya
b.       Jelaskan pada klien tentang pentinganya makanan untuk kehidupan dan penyembuhan penyakitnya
R: Klien termotivasi untuk menghabiskan makanan yang diberikan
c.                              Timbang dan berat badan
R/ : penurunan berat badan yang signifikan merupakan indikator kurangnya nutrisi
d.                             Anjurkan klien minum air hangat saat makan
R/ : Air hangat dapat mengurangi mual
e.                               Berikan makanan dalam kondisi hangat
R: Meransang nafsu makanan klien
f.                               Anjurkan klien makan sedikit –sedikit tapi sering
R/ : Makanan kecil tapi sering menyediakan energi yang dibutuhkan, lambung tidak terlalu penuh, sehingga memberikan kesempatan untuk penyerapan makanan
g.                              Perhatikan kebersihan mulut klien
R: Meningkatkan motivasi untuk makan
h.                              Kolaborasi :
·         Consul dengan tim gizi / tim mendukung nutrisi
R/ : Menentukan kalori klien dan kebutuhan nutrisi dalam pembatasan
·         Berikan obat sesuai indikasi seperti antiemetik
R/ : Untuk menghilangkan mual / muntah
3.       intoleransi aktifitas b / d kelemahan fisik
Tujuan : intoleransi aktifitas daat teratasi
kriteria hasil :
*      keadaan umum klien baik
*      badan tidak lemah
*      klien dapat beraktifas secara mandiri

Intervensi:
a.       Anjurkan klien untuk mengerakan kaki,jari-jari kaki dan tangan
R/: Kurang gerakan dapat menunjukan masalah saraf brakial inteskostal,dan dapat menggangu sirkulasi
b.       Evaluasi respon klien terhadap aktivitas. Catat laporan dyspnea peningkatan kelemahan/ keletihan dan perubahan TTV selama dan setelah aktivitas
R/ : Menetapkan kebutuhan/kemampuan klien dan memudahkan pilihan intervensi
c.       Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat
R/ : Tirah baring dipertahankan selama fase akut untuk menurunkan kebutuhan metabolik, menghemat energi untuk penyembuhan
d.      Bantu klien memilih posisi  yang nyaman untuk istirahat dan tidur
R/: Klien mungkin nyaman dengan kepala tinggi atau menunduk kedepan meja atau bantal
e.       Bantu aktivitas keperawatan diri yang diperlukan. Berikan kemajuan peningkatan aktivitas selama fase penyembuhan
R/: Meminimalkan kelelahan dan membantu keseimbangan suplay dan kebutuhan  oksigen.
f.        Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi
R/: Menurunkan stress dan rangsangan berlebihan dan meningkatkan istirahat
g.       Kolaborasi dalam pemberian O2
R/: Menambah kekurangan oksigenasi atau mengurangi sesak nafas



IV.  IMPLEMENTASI
Setelah rencana keperawatan disususn dengan sistematik selanjutnya rencana keperawatan tersebut diterapkan dalam bentuk kegitan yang nyata dan terpadu guna memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang diharapkan.


V.     EVALUASI
Akhir dari proses keperawatan adalah ketentuan hasil yang diharapkan terhadap prilaku dan sejauhmana masalah klien dapat diatasi. Disamping itu perawat juga melakukan umpan balik atau pengkajian ulang jika tujuan yang ditetapkan belum berhasil atau belum teratasi.